Community Service News

30 April 2026
Implementasi Website Desa Wisata Sebagai Media Promosi di Desa Wisata Bantaragung, Kabupaten Majalengka


Universitas Telkom melalui Fakultas Ilmu Terapan (FIT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Wisata Bantaragung, Kabupaten Majalengka, pada 30 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Website Desa Wisata sebagai Media Promosi Digital” sebagai upaya mendukung transformasi digital desa wisata dan penguatan promosi berbasis teknologi informasi. Kegiatan tersebut diikuti oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom bersama pengelola serta masyarakat Desa Wisata Bantaragung. Dalam program ini, tim PkM melakukan implementasi website desa wisata yang dirancang sebagai media informasi dan promosi potensi wisata, budaya, serta produk ekonomi kreatif masyarakat setempat. Selain pengembangan website, kegiatan juga diisi dengan pelatihan pengelolaan konten digital dan strategi promosi berbasis digital bagi masyarakat dan pengelola desa wisata. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Universitas Telkom berharap Desa Wisata Bantaragung dapat meningkatkan visibilitas destinasi wisata, memperluas jangkauan promosi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan teknologi digital.

13 Mei 2026
Implementasi Sistem Hidroponik Melon Dalam Meningkatkan Keberagaman Produk Pertanian Pada Kelompok Wanita Tani Dewi Sri, GBA 02, Kab. Bandung

Tim Dosen dari Kelompok Keilmuan Applied Information Technology and Multimedia telah mengimplementasikan green house melon di KWT Dewi Sri, GBA 2, Bojongsoang, Kab. Bandung. Ini merupakan program pengabdian masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap tahun dimana pada tahun-tahun sebelumnya telah sukses menginisiasi sistem hidroponik sayuran. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom, kini difokuskan pada implementasi sistem hidroponik melon bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri di lingkungan GBA 02, Desa Cipagalo, Kabupaten Bandung. Pemilihan komoditas melon didasari oleh nilai ekonomis yang tinggi dan potensinya dalam meningkatkan keberagaman hasil panen yang sebelumnya didominasi sayuran daun. Meskipun memiliki nilai jual kompetitif, budidaya melon memerlukan ketelitian teknis dan kontrol nutrisi yang lebih kompleks. Oleh karena itu, program tahun ini menekankan pada penyediaan infrastruktur hidroponik yang teroptimasi serta pendampingan teknis budidaya bagi anggota KWT. Melalui implementasi ini, diharapkan KWT Dewi Sri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan mandiri, tetapi juga menciptakan unit usaha pertanian perkotaan yang bernilai tambah tinggi. Hasil akhirnya bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi kelompok serta menjadikan KWT Dewi Sri, GBA 02 sebagai model percontohan keberagaman komoditas pertanian di tingkat lokal.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berupa implementasi budidaya melon dengan sistem hidroponik telah dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri. Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, telah dilakukan serangkaian persiapan yang meliputi pembangunan greenhouse sebagai sarana budidaya serta proses pembibitan tanaman melon. Tahapan persiapan ini dilakukan untuk memastikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman serta meningkatkan peluang keberhasilan budidaya. Melalui proses pembibitan yang dilakukan beberapa minggu sebelumnya, bibit melon telah mencapai kondisi yang siap untuk dipindahkan ke media tanam hidroponik pada saat kegiatan Abdimas berlangsung.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada proses pemindahan bibit melon ke sistem hidroponik yang telah disiapkan di dalam greenhouse. Tim pelaksana memberikan pendampingan dan penjelasan mengenai teknik penanaman, pengelolaan nutrisi, serta perawatan tanaman hidroponik agar peserta dapat memahami dan mengimplementasikan teknologi tersebut secara mandiri di kemudian hari. Kegiatan ini mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari warga sekitar, khususnya anggota KWT Dewi Sri. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya keterlibatan mereka dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan media tanam, proses pemindahan bibit, hingga sesi diskusi mengenai pemeliharaan tanaman. Para peserta juga menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap teknologi hidroponik karena dinilai mampu menjadi alternatif budidaya yang sesuai untuk lahan terbatas serta memiliki potensi nilai ekonomi yang menjanjikan.
Melalui kegiatan ini diharapkan anggota KWT Dewi Sri dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam budidaya melon hidroponik sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian rumah tangga serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis pertanian modern. Selain itu, keberadaan greenhouse dan instalasi hidroponik yang telah dibangun diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi masyarakat sekitar dan menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya. Secara keseluruhan, kegiatan Abdimas implementasi hidroponik melon berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana, warga, dan anggota KWT Dewi Sri menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini.